ENERGI

Pertambangan dan Energi

Kabupaten Siak adalah penghasil minyak utama dan berkualitasdi Provinsi Riau dan Indonesia yang berada di Kecamatan Minas danKecamatan Sungai Apit. Setelah ditandatanganinya serah terima CPPBlok dari pihak Caltex Pacific Indonesia kepada Pemerintah KabupatenSiak, maka sejak 8 Agustus 2002 pengolahan CPP Blok resmidilakukan oleh konsorsium PT. Bumi Siak Pusako (BSP) dan PertaminaHulu Energi dengan membentuk Badan Operasi Bersama (BOB).

Keberadaan perusahaan minyak ini telah membawa Multiplier Effectyang besar bagi penduduk Riau melalui penciptaan lapangan kerjasekunder yang terkait ke belakang dan ke depan (backward andfordward linkages). Saat ini total produksi minyak yang dihasilkan olehBOB PT. BSP – PHE mencapai 15.000 barrel per hari. Di sampingsebagai penghasil minyak, Kabupaten Siak juga memiliki potensi gasyang cukup besar, dimana menurut hasil kajian PT. Kondur PetroleumSA, jumlah cadangan gas bumi di Kecamatan Sungai Apit sebesar22,5 BCF dengan kemampuan produksi 8 MMSCF/Day. Selain itu jugaterdapat potensi gas di kawasan Selat Petro (Blok Rawa Minyak)sebesar 20 MMSCF/Day.

Pada tanggal 31 Januari 2008 lalu pemerintah telah mendirikansatu lagi BUMD yang bernama PT. Siak Pertambangan dan Energi(SPE). Perusahaan ini terbagi dalam dua divisi, yaitu DivisiPertambangan dan Divisi Energi. Divisi Pertambangan nantinya akanbergerak di bidang jasa driling over (perawata sumur minyak). PT. SPEakan menjadi rekanan BOB PT. BSP-Pertamina Hulu dalam menanganiperawatan sumur-sumur minyak yang akan dikelola. Pada tahun 2013Pemerintah Kabupaten Siak melalui Badan Penanaman Modal danPelayanan Perizinan Kabupaten Siak telah mengeluarkan 1 (satu) izinusaha untuk hak pengusahaan pertambangan kepada perusahaandalam hal pengelolaan dan penguasaan pertambangan di Kabupaten Siak.

 

Jaringan Listrik

Ketersediaan listrik merupakan salah satu kebutuhan pokokmasyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari baik kegiatanrumah tangga, perkantoran, maupun usaha. Ketersediaan listrik jugamerupakan faktor penggerak kemajuan perekonomian suatu daerahuntuk menarik investor yang akan melakukan investasi di daerahtersebut. Pada tahun 2013 ketersediaan listrik di Kabupaten Siakdilihat dari Rasio Elektrifikasi (RE) PLN telah mencapai 41,74% ataumeningkat sebesar 7,81% jika dibandingkan pada atahu 2011 yaitu33,93%. Perkembangan Rasio Elektrikasi di Kabupaten Siak tahun2011 sampai dengan tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel.Sedangkan untuk jumlah rumah tangga yang menggunakan listrik PLNdan Non PLN dapat dilihat pada Tabel.

tabel27

tabel28

 

tabel29

 

tabel30

 

tabel31

 

tabel32

Tabel 33. Pembangunan Jaringan Listrik Di tahun 2014

tabel33atabel33bSumber: Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Siak

 

tabel34

 

tabel35atabel35b

 

tabel36

 

tabel37atabel37btabel37ctabel37dtabel37etabel37f

 

tabel38-39

 

Pembangkit listrik di Kabupaten Siak terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pada tahun 2013 jumlah PLTD di Kabupaten Siak berjumlah 131 unit dengan kapasitas daya PLTD sebesar 19.020 KVA, sedangkanuntuk PLTS berjumlah 317 unit dengan kapasitas daya PLTS sebesar130 WP. Jumlah PLTD dan PLTS di Kabupaten Siak pada tahun 2011sampai dengan tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel.

 

tabel40

 

Secara umum pelayanan ketersediaan listrik di Kabupaten Siakpada tahun 2013 sudah cukup baik. Hal ini ditandai dengan telahterjangkaunya listrik PLN di seluruh kelurahan dan lebih dari separuhjumlah desa di Kabupaten Siak. Untuk desa yang belum teraliri listrikPLN sebanyak 59 desa, Pemerintah Kabupaten Siak telah memberikanbantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Solar Home System (PLTS-SHS) untuk memenuhi kebutuhan listrik pada desa tersebut.Hingga tahun 2013 melalui APBD Kabupaten Siak telah diberikanbantuan PLTS-SHS sebanyak 1.174 unit atau meningkat 682 unit jikadibandingkan pada tahun 2011 yaitu 492 unit.

 

tabel41

 

Untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat dikecamatan, kelurahan maupun desa, Pemerintah Kabupaten Siak telahmembangun jaringan listrik baik Jaringan Tegangan Menengah (JTM)maupun Jaringan Tegangan Rendah (JTR). Hingga tahun 2013 telahdibangun jaringan listrik untuk JTM sepanjang 249,87 Kms ataubertambah 80,52 Kms jika dibandingkan pada tahun 2011 yaitu169,35 Kms. Sedangkan untuk JTR hingga tahun 2013 telah dibangunsepanjang 414,19 Kms atau bertambah 126,57 Kms jika dibandingkanpada tahun 2011 yaitu 287,62 Kms. Sampai saat ini Kabupaten Siakmasih defisit energi listrik, untuk memenuhi kebutuhan kekurangandaya listrik tersebut akan dilakukan berbagai upaya salah satunyapembangunan PLTMG Rawa Minyak berkapasitas 25 MW di Desa RawaMekar Jaya Kecamatan Sungai Apit serta direncanakan akan dibangunpembangkit listrik kapasitas 15 MW memanfaatkan panas buangandari power plant BOB PT. BSP-Pertamina Hulu Energi.

 

tabel42