PANGAN

Pertanian

Kawasan peruntukkan pertanian terdiri dari kawasanperuntukkan tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.Kawasan pertanian adalah kawasan yang fungsi utamanyaberupa pengembangan tanaman pangan. Berdasarkan hasilpengamatan dan analisis, potensi pertanian tanaman pangandi Kabupaten Siak adalah sebesar 8.491 Ha atau 1,0% dariluas wilayah Kabupaten Siak. Pusat-pusat pengembanganbudidaya pertanian tanaman pangan diarahkan di KecamatanBunga Raya, Kecamatan Sabak Auh, Sungai Apit danKecamatan Sungai Mandau, sedangkan untuk tanamanhortikultura tersebar di wilayah Kabupaten Siak denganluasan relatif kecil. Kawasan perkebunan di Kabupaten Siakdidominasi oleh komoditas kelapa sawit dan karet; tersebar diseluruh kecamatan di Kabupaten Siak (bisa dilihat pada petarencana pola ruang), dengan total luas perkebunan besarsebesar 269.190 Ha atau 31,4% dari luas wilayah Kabupaten Siak.

A. Lahan Pertanian Basah

Lahan sawah adalah lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untukmenahan atau menyalurkan air, biasanya ditanami padisawah, termasuk lahan rawa tanpa memandang dari manadiperolehnya atau status tanah tersebut. Berdasarkanpenggunaannya, lahan sawah bisa di bagi menjadi lahan sawahberpengairan, lahan sawah tidak berpengairan dan tidak diusahakan.

Lahan sawah berpengairan adalah lahan sawah yangmemperoleh pengairan dari irigasi yang sistem pembagianairnya belum teratur meskipun pihak pemerintah sudahikut membangun sebagian dari jaringan tersebut. Lahansawah tidak berpengairan yang diusahakan terdiri atas lahansawah tadah hujan, pasang surut, polder, lebak dan rawayang diusahakan.

Lahan sawah berpengairan merupakan lahan sawahyang banyak dipakai oleh petani di Kabupaten Siak untukmenanam padi. Lahan sawah sementara tidak diusahakanadalah lahan sawah yang karena alasan, misalnya tidak adatenaga atau yang dikuasai pihak lain selama lebih dari 1tahun dan kurang dari 2 tahun tidak diusahakan. Bilalahan tersebut tidak diusahakan (tidak ditanami tanamansemusim) lebih dari 2 tahun dianggap bukan lahan sawah dandimasukkan lahan kering.

tabel17

Komposisi penggunaan lahan sawah di Kabupaten Siaktahun 2013 yang terdiri dari lahan sawah ditanami padi danlahan sawah yang tidak ditanami padi seluas 4.675 Ha.Luas lahan sawah yang ditanami padi seluas 4.643 Ha danluas lahan sawah yang tidak ditanami padi seluas 32 Ha.

 

B. Lahan Pertanian Kering

Lahan bukan sawah (lahan kering) terdiri dari lahanyang diusahakan untuk pertanian dan bukan pertanian.Lahan bukan sawah yang diusahakan untuk pertanianmisalnya tegal/kebun, ladang/huma, tambak/tebat/lempangpengembalaan/padang rumput, lahan yang ditanami kayu-kayuan/hutan rakyat dan perkebunan. Lahan bukan sawahyang diusahakan bukan pertanian seperti perumahan,pemukiman dan lahan untuk bangunan.

Ladang adalah lahan yang ditanami tanaman musimandan pemakaiannya hanya semusim atau dua musimkemudian ditinggalkan karena tidak subur lagi.Kemungkinan lahan ini beberapa tahun lagi akan dikerjakankembali jika subur. Tegal/kebun adalah bukan lahan sawahyang ditanami tanaman musiman atau tahunan letaknyaterpisah dengan halaman sekitar rumah serta pemakaiannyatidak berpindah-pindah. Termasuk lahan yang sementara tidakdiusahakan kurang dari 1 tahun (untuk menunggupenanaman yang akan datang) dan tegal/kebun miliktransmigrasi yang berasal dari hutan negara setelahpenempatan transmigrasi 2 tahun atau lebih. Kolam/tambakadalah lahan yang dipergunakan untuk melakukanpemeliharaan ikan, udang atau fauna/biota air lainnya. Letaktambak biasanya tidak jauh dari laut atau air asin atau payauyang merupakan campuran air laut dan air tawar.

Padang rumput adalah lahan yang dipakai untukpengembalaan ternak. Lahan yang untuk sementara tidakdiusahakan (dibiarkan kosong lebih dari satu tahun) tidakdianggap sebagai lahan padang rumput walaupun terdapathewan yang digembalakan di sana. Lahan ini dimasukkan kedalam lahan yang sementara tidak diusahakan. Luas padangrumput cukup luas di Kabupaten Siak, dimana pada umumnyadigunakan untuk tempat pengembalaan ternak. Namun padangrumput ini dari tahun ke tahun mengalami penyempitanakibat digunakan untuk kawasan perumahan, dan untukperuntukan lainnya. Pada daerah Kabupaten Siak umumnya,lahan yang dimanfaatkan sebagai lahan kering berupapekarangan, tegal/kebun, dan ladang/huma. Sedangkanlahan lainnya dimanfaatkan untuk usahatambak/tebat/lempang, pengembalaan/padang rumput, lahanyang ditanami kayu-kayuan/hutan rakyat dan perkebunan.

Komposisi penggunaan lahan kering di Kabupaten Siaktahun 2013 seluas 40.253 Ha. Luas lahan kering terdiri darilahan tegal/kebun seluas 30.900 Ha dan lahan ladang/humaseluas 9.353 Ha. Berikut ini merupakan luas lahan keringyang ada pada kecamatan di Kabupaten Siak.

tabel18

 

C. Produktifitas Pertanian Pangan

Struktur ekonomi dengan migas menurut lapangan usahadidominasi oleh tiga sektor terbesar yaitu sektor pertanian,perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan, sector pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan. Sektoryang memiliki sumbangan terbesar terhadap total PDRB dengan migasadalah pertambangan dan penggalian, dan sektor yang memilikisumbangan terkecil adalah sektor listrik, gas dan air minum. Namunapabila unsur migas dikeluarkan dari perhitungan perekonomianKabupaten Siak maka sektor pertanian menjadi salah satu motorpenggerak dan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomianKabupaten Siak selain sektor industri tanpa migas dan sector perdagangan.

Komoditi unggulan Kabupaten Siak untuk sektor pertanian terdiridari padi, jagung, kedelai, kacang-kacangan, dan umbi-umbian.Kabupaten Siak memiliki luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan(LP2B) mencapai 4.675 hektar (lahan sawah produktif) dan cadanganLahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (cadangan LP2B) seluas2.610 hektar, sehingga luas total potensi lahan pertanian panganberkelanjutan seluas 7.285 hektar. Potensi lahan sawah terbesarterdapat di 4 (empat) kecamatan yaitu Kecamatan Bunga Raya,Kecamatan Sungai Apit, Kecamatan Sabak Auh, dan Kecamatan SungaiMandau.

Tanaman padi dibandingkan dengan tanaman lainnya pada tahun2013 memiliki jumlah produksi yang paling banyak yaitu sebesar36.978 ton dan memiliki luas panen yang paling luas yaitu seluas8.359 hektar. Selain itu juga diikuti oleh tanaman jagung denganjumlah produksi sebesar 474 ton dan memiliki luas panen seluas207 hektar serta diikuti oleh komoditi unggulan lainnya. Data inimemberikan gambaran bahwa tanaman padi masih mendominasisektor pertanian di Kabupaten Siak. Peningkatan produksi pertaniandi Kabupaten Siak dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 dapatdi lihat pada Tabel.

tabel19

Beberapa kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkanproduksi pertanian antara lain :

  1. Perluasan dan pengembangan tanaman pangan dan hortikultura (intensifikasi dan ekstensifikasi)
  2. Pengembangan bibit unggul melalui kerjasama dengan bidang penelitian dan pengembangan instansi terkait
  3. Pengadaan sarana dan prasarana pendukung seperti irigasi, mekanisasi dan saptotan
  4. Pemberian modal untuk petani tanaman pangan dan hortikultura
  5. Menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang salah satu intinya untuk menghindari alih fungsi lahan.

 

Kehutanan dan Perkebunan

A. Kehutanan

Hampir seluruh bagian di Kabupaten Siak ditutupi olehhutan, yang terdiri dari hutan produksi, hutan konservasi, danhutan lindung. Luas kawasan hutan Kabupaten Siak tahun 2013sebesar 660.927,09 hektar yang meliputi luas kawasan hutanproduksi sebesar 578.122,26 hektar (87,47%), luas kawasankonservasi sebesar 69.880,83 hektar (10,57%), dan luas kawasanlindung sebesar 12.924 hektar (1,96%). Sementara itu, dari totalluas kawasan hutan produksi, terdapat hutan produksi tetapsebesar 195.840,79 hektar (29,63%), hutan produksi terbatassebesar 223.018,04 hektar (33,74%), dan hutan produksikonservasi/areal pengembangan lainnya sebesar 159.263,43hektar (24,10%). Luas kawasan hutan Kabupaten Siak tahun 2013dapat dilihat pada Tabel.

tabel20

Produksi hasil hutan berupa kayu bulat, kayu bulat kecil,dan acasia. Realisasi produksi hasil hutan kayu di Kabupaten Siakdari tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel.

tabel21

Produksi hasil hutan tersebut dapat diolah menjadi kayulapis (plywood), kayu gergajian, moulding, block board, fancy wood,furniture, plystrip, dan lain-lain yang diolah oleh industri yangberada di wilayah Kabupaten Siak. Realisasi produksi hasil hutanKabupaten Siak tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel.

tabel22

Terdapat 2 (dua) jenis usaha industri pengolahan hasil hutankayu yang masih aktif di Kabupaten Siak yaitu jenis industri kayulapis yang dikelola oleh PT. Panca Eka Bina Plywood Industry danPT. Siak Raya Timber, serta jenis industri pulp and paper yangdikelola oleh PT. Indah Kiat Pulp and Paper.

Produksi industri hasil hutan ini diekspor ke beberapa Negara di Asia, seperti Hongkong, Taiwan, Cina, Jepang, Korea Selatan,Filipina, India, dan negara lainnya. Ekspor terbesar komoditaskertas dan barang dari kertas, kayu lapis, dan kayu olahan lain.Ekspor dilakukan dari 3 (tiga) pelabuhan di Kabupaten Siak, yakniPelabuhan Buatan, Pelabuhan Perawang, dan Pelabuhan Siak SriIndrapura. Ke depan, Pemerintah Daerah Kabupaten Siak akanmembangun pelabuhan dan Kawasan Industri Buton (KIB) denganmemanfaatkan lokasi Tanjung Buton yang strategis bagipengembangan pelabuhan.

Pada tahun 2013 jumlah Izin Usaha Pemanfaatan HasilHutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) diKabupaten Siak sebanyak 8 (delapan) perusahaan dengan luashutan sebesar 68.034,53 hektar. Perkembangaan kegiatan UPHHK-HTI Kabupaten Siak tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel.

tabel23

Beberapa kebijakan pemerintah daerah bidang kehutanan antaralain :

  1. Penanaman serentak gerakan menanam pohon nasional (OBIT)
  2. Rehabilitasi hutan dan lahan
  3. Peberantasan pembalakan liar dan perambahan hutan
  4. Pemeliharaan hutan industri

B. Perkebunan

Komoditi tanaman perkebunan yang dikembangkan diKabupaten Siak antara lain kelapa sawit, karet, sagu, kelapa, dankakao. Sentra produksi kelapa sawit terdapat di Kecamatan Minas,Kecamatan Tualang dan Kecamatan Dayun, Karet terdapat diKecamatan Kerinci Kanan, Kecamatan Dayun dan Siak SriIndrapura. Sedangkan kelapa terdapat di Kecamatan Sungai Apit,Kecamatan Bunga Raya dan Kecamatan Tualang. Dari data luaslahan dan produksi perkebunan memperlihatkan bahwakomoditas kelapa sawit memiliki nilai produksi dan luas lahanterbesar bila dibandingkan dengan komoditas lainnya dari lahanperkebunan, disusul dengan komoditas karet.

Selama tiga tahun terakhir yakni dari tahun 2011 sampaidengan 2013 luas lahan perkebunan kelapa sawit selalumengalami peningkatan dan memiliki luas lahan perkebunan yangpaling luas. Pada tahun 2013 luas lahan perkebunan kelapa sawityaitu seluas 287.782 hektar, diikuti oleh karet seluas16.129 hektar, sagu seluas 11.557 hektar, kelapa seluas1.657 hektar, dan kakao seluas 66 hektar. Selain memiliki luas lahan perkebunan yang paling luas, kelapa sawit juga mempunyaijumlah produksi yang paling banyak, yaitu sebesar 925.010 ton, diikuti karet sebesar 7.039 ton, sagu sebesar 19.904 ton, kelapasebesar 894 ton dan kakao sebesar 21 ton. Peningkatan Produksi Perkebunan Kabupaten Siak tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel.

tabel24

Beberapa kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkanproduksi perkebunan antara lain :

  1. Melakukan peremajaan (replanting) kelapa sawit seluas 15,000 hektar/7.500 KK dengan umur tanaman besar dari 25 tahun dan produktifitas kecil dari 15 ton/ hektar /tahun.
  2. Peremajaan kebun kelapa sawit dimulai pada tahun 2014 dengan prioritas kebun tahun tanah 1982/1983 dan 1983/1984, untuk tahun anggaran 2014 akan dimulai pelaksanaanya dengan luas 1.102 hektar untuk Kecamatan Koto Gasib Desa Keranji Guguh seluas 654 hektar dan Desa Tasik Seminai seluas 448 hektar.
  3. Pembagian kebun Pola KKPA pada petani Kecamatan Koto Gasib seluas 2.650 hektar.

 

Peternakan

Perkembangan populasi dan produksi ternak merupakanrangkaian proses pembangunan peternakan yang sinergis danberkelanjutan. Pembangunan peternakan di Kabupaten Siakberorientasi pada pengembangan kawasan dengan komoditasunggulan dengan mempertimbangkan dukungan sumber daya alamsetempat. Peningkatan populasi dan produksi ternak merupakansalah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan peternakan,khususnya dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan bahanmakanan sumber protein asal ternak.

Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Siakbersama Pemerintah Daerah Kabupaten Siak dalam membangun danmeningkatkan kesejahteraan rakyat yang berwawasan lingkungandengan berbasis pada sumber daya alam, pemakaian teknologiterapan, khususnya pada bidang peternakan. Konsep pembangunantersebut bertujuan agar pembangunan peternakan sesuai dengankonsep pemanfaatan sumber daya alam yang berbasis padapelestarian alam dan keseimbangan hayati, penerapan teknologiramah lingkungan, mudah diserap oleh masyarakat, seiring dengankondisi sosial budaya tempatan dan dapat meningkatkankesejahteraan rakyat dengan prinsip penumbuhan kemandirianmasyarakat.

Komoditas unggulan sektor peternakan yang dikembangkan diKabupaten Siak antara lain, sapi, kerbau, kambing, ayam buras danitik. Kecamatan yang memiliki sentral pengembangan ternaktersebar di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Lubuk Dalam,Kerinci Kanan dan Bunga Raya. Pengembangan lokasi/kawasanpenyebaran dan pengembangan ternak berpedoman pada kriteriaantara lain :

  • Adanya potensi sumber daya alam pendukung pengembangan peternakan
  • Lokasi/daerah tersebut merupakan daerah rencana pengembangan ternak baik ternak besar/kecil dan unggas
  • Minat dan animo masyarakatnya tinggi untuk beternak
  • Pakan dan HMT unggul mencukupi dan bisa dikembangkan HMT unggulan daerah tersebut
  • Sarana transportasi baik dan dapat dijangkau jalan darat
  • Serta ketentuan lain yang sifatnya mendesak dan perlu pembinaan khusus

Peningkatan populasi ternak dan produksi ternak KabupatenSiak dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel.

tabel25

Dari berbagai jenis populasi hewan ternak yang ada di KabupatenSiak pada tahun 2013, populasi ayam buras mempunyai jumlahpopulasi yang paling banyak yaitu sebanyak 243.071 ekor, diikutipopulasi itik yaitu sebanyak 28.047 ekor, sapi sebanyak 17.533 ekor,kambing sebanyak 17.464 ekor, dan kerbau sebanyak 479 ekor.Berbicara masalah populasi ternak tidak terlepas dari jumlahproduksi daging yang dihasilkan. Selain produksi daging dari hewanternak juga menghasilkan telor. Untuk tahun 2013 produksi dagingternak mencapai 2.362,14 ton dan produksi telor mencapai 400 ton.

Saat ini Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan KabupatenSiak sedang melakukan penataan kawasan pengembangan ternak.Penataan kawasan pengembangan ternak tersebut berpedoman antaralain pada :

  • Rencana Induk Koridor Ekonomi Indonesia
  • Koridor Ekonomi Sumatera, dimana Sumatera merupakan Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional
  • Perspektif pengembangan peternakan Sumatera
  • Skenario spasial kluster peternakan dalam konteks Pembangunan Daerah Provinsi Riau, dimana wilayah Kabupaten Siak merupakan Koridor I yang merupakan kawasan pengembangan sapi potong dengan dukungan pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai sumber bahan pakan
  • Penetapan kawasan pengembangan ternak komoditas strategis dan komoditas unggulan; saat ini telah ditetapkan kawasan dan penyanggah kawasan pengembangan integrasi ternak sapi dan tanaman kelapa sawit untuk 4 (empat) kecamatan sebagai pilot project yaitu Kecamatan Kerinci Kanan, Kecamatan Lubuk Dalam, Kecamatan Koto Gasib dan Kecamatan Dayun
  • Penerapan sistem integrasi ternak dengan tanaman; saat ini telah diterapkan pola Sistem Integrasi Sapi dengan Kelapa Sawit (SISKA) dan Sistem Integrasi Sapi dengan Padi (SISPA)
  • Konsep pengembangan agribisnis berbasis peternakan

Dalam kerangka induk (master plan) pengembangan komoditasternak regional Sumatera, telah ditetapkan bahwa komoditas ternakstrategis untuk Kabupaten Siak adalah sapi potong sedangkankomoditas ternak unggulan adalah kambing. Sementara itu, rincianpenjabaran perwilayahan komoditas ternak di Kabupaten Siak sedangdalam proses pelaksanaan. Hasil akhir dari proses tersebut adalahkawasan pengembangan ternak sampai pada tingkat kecamatan dandesa. Sejalan dengan komitmen Pemerintah Pusat dalam hal programpengembangan ternak melalui program integrasi, KementerianPertanian RI telah menetapkan Kabupaten Siak sebagai ProyekPercontohan Nasional (Pilot Project) Pengembangan Ternak Sapi PotongTerintegrasi dengan Tanaman Kelapa Sawit.

Selain produksi daging dari ternak sapi, kotoran sapi juga dapatdiolah menjadi pupuk padat dan urine sapi diolah menjadi pupukcair. Di Kabupaten Siak terdapat kelompok ternak yaitu kelompokKarya Tunggal Desa Rawang Kao Kecamatan Lubuk Dalam yang telahberhasil memproduksi pupuk cair atau urine sapi serta telahmendapatkan izin merek dari Dirjen HAKI dengan produksi pupukcair per bulan sebesar 8.300 liter dan produksi pupuk padat perbulan sebesar 5.000 kilogram.

 

Perikanan

Pengembangan produksi perikanan di Kabupaten Siak meliputiperikanan budidaya dan perikanan tangkap.

A. Perikanan Budidaya

Pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Siak adalahperikanan budidaya air tawar yang menjadi sangat penting dansangat menjanjikan terutama untuk memenuhi kebutuhan proteinyang berasal dari ikan serta untuk meningkatkan ekonomi rakyat.Pengembangan perikanan budidaya air tawar menjadi sangatstrategis dilakukan karena mempunyai keunggulan diantaranya :

  • Syarat lokasi tidak terlalu sulit
  • Usaha ini dapat dilakukan dengan skala kecil
  • Tidak membutuhkan keahlian khusus
  • Manajemen pemeliharaan tidak serumit pada usaha budidaya tambak
  • Resiko kegagalan usaha ini rendah
  • Akses permodalan dari perbankan tersedia

Komoditas unggulan sektor perikanan air tawar yangdikembangkan di Kabupaten Siak antara lain ikan nila, lele, patin,gurami, bawal, dan ikan mas. Dalam pengembangan perikananbudidaya air tawar di Kabupaten Siak potensi lahan tersedia cukupbesar. Hal ini dapat dilihat dari luasnya perairan umum yang dimilikiseperti Sungai Siak beserta anak sungainya, rawa-rawa dan danau.Pada tahun 2011 luas kolam masyarakat sebanyak 64,52 hektar,pada tahun 2012 sebanyak 61,05 hektar dan tahun 2013 sebesar66,14 hektar. Produksi perikanan budidaya air tawar menurut jenisikan Kabupaten Siak tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 dapatdilihat pada Tabel.

tabel26

 

B. Perikanan Tangkap

Usaha perikanan tangkap merupakan usaha awal dari kegiatanperikanan sebelum berkembangnya usaha perikanan budidaya. Halini disebabkan para nelayan melakukan penangkapan ikan yang adadi alam terutama di perairan umum seperti sungai-sungai, rawa-rawa dan danau. Usaha ini pada awalnya mengalami perkembanganyang sangat berarti, sehingga kalau dilihat produksinya jugasemakin meningkat.

Namun akhir-akhir ini banyak mengalami penurunan produksiterutama hasil tangkapan di Sungai Siak karena sungai ini telahtercemar oleh limbah industri perusahaan-perusahaan yangberoperasi sepanjang pinggiran Sungai Siak dan bahkan pencemarantersebut berdasarkan hasil penelitian beberapa pakar dan perguruantinggi ada beberapa spesies ikan di Sungai Siak telah punah. Untukusaha perikanan tangkap masih didominasi di Kecamatan SungaiApit dan dalam melakukan usaha perikanan ini, nelayanmenggunakan armada perikanan berupa perahu motor dan perahutanpa motor yang ukurannya dibawah 5 GT.

 

C. Pengolahan Hasil Perikanan

Kegiatan pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Siak telahberjalan dan terus mengalami perubahan, meskipun sebagian besarpelaku usaha pengolahan masih menerapkan teknologi sederhanayang menghasilkan produk primer sehingga mutu dan nilai tambahekonomi yang didapat sangat kecil. Ditinjau dari prosesnya, makakegiatan pengolahan hasil perikanan yang ada saat ini adalahpenggaraman/pengeringan (bilis asam, ikan asin),pengasapan/pemindangan (ikan salai), dan pengolahan lainnya.Dari data yang ada usaha pengolahan perikanan yang ada saat iniberasal dari Kecamatan Sungai Apit, Kecamatan Tualang, KecamatanKoto Gasib, Kecamatan Kerinci Kanan, Kecamatan Sungai Mandau,Kecamatan Dayun dan Kecamatan Bunga Raya. Sedangkan untukpemasaran produk olahan sebagian besar dipergunakan untukmemenuhi kebutuhan lokal dan sebagian kecil yang dipasarkan diluar Kabupaten Siak.